
TOBOALI, BN16BANGKA – Praktek lancung para pelaku pengerit (penimbun BBM bersubsidi) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Bukit, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan,
(Minggu 5-7-2026) kini kian merajalela dan terang-terangan. Kondisi ini memicu keresahan hebat di tengah masyarakat yang kian terjepit untuk mendapatkan hak BBM mereka.
Berdasarkan pantauan dan laporan di lapangan, antrean kendaraan para pengerit tampak mendominasi area SPBU hampir setiap hari.
Akibatnya, masyarakat umum yang murni membutuhkan BBM untuk keperluan harian harus gigit jari karena sering kali kehabisan stok.
Keluhan keras datang dari salah satu warga Toboali, Aska. Dengan nada kecewa dan kesal, ia membeberkan bagaimana carut-marutnya kondisi pengisian BBM di SPBU Simpang Bukit yang dinilainya sudah tidak sehat lagi.
>”Tolong aparat tindak tegas para pengerit nakal ini. Kami masyarakat lah susah nek ngisik minyak (sudah susah mau isi minyak). Setiap nosel itu pas dilihat sudah diisi sama jalur pengerit semua,” cetus Aska dengan logat daerah yang kental, menggambarkan keputusasaan warga lokal.
Ia menambahkan, dominasi para pengerit ini terkesan dibiarkan tanpa adanya tindakan yang mengikat, sehingga masyarakat kecil selalu menjadi korban terdepan dari kelangkaan BBM buatan ini.
Menanggapi situasi yang kian memanas dan berpotensi memicu konflik sosial di lapangan, warga mendesak jajaran penegak hukum, khususnya Polres Bangka Selatan dan Polsek Toboali, untuk tidak tinggal diam.
Masyarakat menuntut adanya langkah konkret berupa:
*Operasi Tangkap Tangan (OTT): Menindak langsung para pengerit nakal dan kendaraan dengan tangki modifikasi di lokasi.
*Sanksi Tegas Pengelola SPBU: Memeriksa pihak manajemen SPBU jika terbukti ada main mata atau melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal tersebut.
*Pengawasan Melekat: Menempatkan personel secara berkala pada jam-jam rawan pengisian BBM guna memastikan hak masyarakat umum terpenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Toboali masih menunggu taji dan tindakan nyata dari aparat kepolisian setempat untuk menyapu bersih praktik mafia solar maupun pertalite eceran ini demi keadilan bersama. (Red)
