Ponton Ilegal Di Perairan Teluk Kelabat Semakin Menjadi ,APH Jangan Tinggal Diam

Sungailiat- Polemik pertambangan timah di Bangka Belitung selalu menjadi sorotan publik , seperti yang terjadi di wilayah Penyusuk (Belinyu) yang berbatasan langsung dengan Cupat (Bangka Barat) serta Teluk Limau pertambangan PIP di ke tiga tempat ini semakin hari-semakin menggila. Kamis (03/07/2026).

Berasal dari pantauan Tim awak media di lapangan,sebanyak Puluhan ponton jenis PIP terpantau sedang melakukan penambangan biji timah di perairan tersebut dengan sistem “kucing – kucingan” yang berada di luar IUPĀ 

Hal ini di ungkapkan narasumber jejering media, FER (Bukan nama asli) begitu di wawancarai di lapangan ia menyebutkan bahwa aktivitas penambangan PIP di laut Penyusuk , Cupat serta Teluk Limau berhamburan ponton -Ponton yang ilegal.

” Di daerah laut ini ada banyak bang ponton-ponton ilegal yang bekerja ,baik di wilayah Penyusuk,Cupat dan teluk limau ini ada puluhan ponton , minta tolong la kami ini kepada pihak Pol Airud Bangka dan Bangka Barat segera di tertibkan Ponton-ponton ilegal ini, jangan sampai nanti timbul konflik-konflik antara masyarakat dan penambang,” Pintanya.

Senada dengan ACW (Nama Samaran) ia juga tak menampik bahwa lambat Laun gesekan antara penambang dengan masyarakat ini pasti akan terjadi jika tidak segera di Raziakan kembali .

” Tetap Ponton- ponton ini harus ditertibkan dan di razia kembali, jangan sampai nanti timbul gesekan yang akan menimbulkan konflik besar, karena saya sendiri melihat beberapa hari yang lalu ada beberapa warga yang komplen masalah cantingan, hal ini la nanti nya akan memicu keributan,”ungkapnya

ACW juga menambahkan bahwa CV-CV mitra PT.Timah sudah habis SPK nya dan masih berproses untuk perpanjangan, terdapat beberapa CV di antaranya ada CV.TBS namanya,mereka itu hanya mengantongi Silo sebanyak 5 ponton saja ,sedangkan di Seputaran wilayah Cupat- Penyusuk itu ada banyak ponton otomatis para-para penambang ilegal ini tetap akan masuk ke IUP dan ikut memakai bendera CV. Untuk menjadi tameng Biar mereka bisa menjarah timah milik PT.Timah, dan saya juga dapat informasih bahwa mereka jual ke luar dengan harga yang besar,”terangnya.

Hingga berita ini di tayangkan Tim terus berupaya untuk melakukan konfirmasih kepada pihak-pihak terkait yang ada dalam pemberitaan di atas.

(TIM TRABAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *