Babak Baru Tragedi Keranggan -Tembelok: Pro-Kontra Kematian Pekerja Tambang dan Nyali Polres Bangka Barat yang Diuji

BANGKA BARAT, BN16BANGKA– Tabir gelap kematian Rasid (39), pekerja tambang asal Teluk Limau, hingga kini masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. 

Alih-alih menemui titik terang, kasus ini justru memicu gelombang polemik dan perang opini yang kian memanas di tengah masyarakat. Nama seorang figur lokal, Gopari, terseret pusaran konflik, sementara publik mendesak aparat hukum tidak mandul dalam mengungkap siapa dalang sebenarnya di balik aktivitas ilegal menahun ini.

Hingga berita ini diturunkan, informasi yang beredar masih simpang siur dan baru sebatas konfirmasi sepihak dari pihak keluarga serta rekan kerja almarhum Rasid. Bungkamnya pihak-pihak kunci membuat situasi di perairan Tembelok-Keranggan kian membara.

Menyikapi sengkarut ini, tim gabungan redaksi media mendesak Satpolairud Polres Bangka Barat dan jajaran Polres Bangka Barat untuk segera mengambil tindakan progresif. Aparat diminta tidak menutup mata dan segera menyelidiki lima poin krusial berikut:

1. Benarkah Puluhan Ponton “Dikuasai” Satu Nama?

Penyidik harus membongkar status puluhan ponton yang beroperasi saat malam maut tersebut terjadi. Benarkah seluruh armada tambang tersebut merupakan “binaan” tunggal dari sosok Gopari, ataukah ada gurita bisnis lain yang berlindung di balik namanya?

2. Buronnya Rosidi dan Misteri Ponton yang “Hilang”

Fakta mengejutkan terungkap bahwa ponton tempat almarhum Rasid bekerja diduga kuat milik Rosidi, warga Jebus/Teluk Limau. Sesaat setelah insiden maut, Rosidi dikabarkan langsung melarikan diri membawa pontonnya ke arah Jebu Laut. Polisi didesak segera memburu dan menangkap Rosidi! Kesaksiannya adalah kunci emas untuk membuka kotak pandora kematian Rasid.

3. Mengapa Para ‘Pembina’ Grup Ilegal Belum Tersentuh?

Bukan rahasia lagi, penambangan ilegal skala besar di Tembelok-Keranggan dituding memiliki struktur organisasi yang rapi, lengkap dengan pengawas dan pemimpin grup. Pertanyaan besarnya: Kenapa hingga detik ini belum ada pemeriksaan intensif terhadap para aktor intelektual ini? Ada apa dengan penegakan hukum di Bangka Barat?

4. Kesaksian Rekan Kerja Sebagai Alat Bukti

Pengakuan mencengangkan dari rekan kerja almarhum Rasid yang sempat dimuat di berbagai media massa harus dijadikan tolak ukur dan pintu masuk bagi penyidik. Nyanyian para saksi kunci ini wajib divalidasi guna membuktikan keterlibatan Gopari secara hukum, bukan sekadar rumor liar.

5. Laut Tembelok Harus Bersih dari Hukum Rimba

Tragedi ini menjadi bukti nyata bahwa pembiaran tambang ilegal hanya akan melahirkan korban jiwa baru. Aparat penegak hukum dituntut melakukan patroli rutin dan kontrol ketat secara berkala di perairan Tembelok-Keranggan. Jangan biarkan wilayah tersebut menjadi “zona tak bertuan” yang dikuasai mafia tambang.

Catatan Redaksi:Kami mendesak aparat penegak hukum di Bangka Barat untuk segera mengambil sikap tegas. Dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sekaligus asas kebenaran informasi, polisi harus mampu mengurai siapa dalang utama di balik aktivitas ilegal yang telah merugikan negara dan menelan korban jiwa selama bertahun-tahun ini. Publik menunggu nyali Polres Bangka Barat!

(TIM TRABAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *