
MENTOK, BN16BANGKA—Pengerjaan Proyek Taman Kota Mentok sangat hati-hati dan terus berkoordinasi dengan pihak Balai Cagar Budaya terkait daerah mana saja yang tak boleh disentuh. Hal ini awalnya sedikit jadi hambatan kelancaran pekerjaan namun fase ini berhasil dilalui.
Proyek Taman Kota Mentok yang terintegrasi dengan Lapangan Gelora terhitung Mei tahun 2026 sampai hari ini sudah tiga bulan pengerjaannya. Kontrak proyek ini hingga Desember 2026. Untuk Lapangan Gelora, termasuk zona inti berdasarkan masukan dari pihak cagar budaya luasannya 64 meter x100 meter. Di ujung lapangan masing-masing terdapat dua tanda patok bata dan ke depan akan dipasang pengamanan sebagai patok eksisting.
“Karena itu ada hubungannya dengan cagar budaya jadi kita harus berhati-hati,” ujar Suwandi, Pelaksana Pekerjaan PT Diatasa Jaya Mandiri selaku kontraktor pengerjaan proyek, kepada sejumlah wartawan di Mentok dalam acara Silaturrahmi, Sabtu, (18/7/2026).
Menurut Suwandi, saat ini progres pekerjaan proyek ini riil diangka 12. Dan ia berharap proyek ini berjalan lancar pengerjaannya mengingat cuaca sampai saat ini sangat mendukung.
“Harapan kami bulan 8-9 (Agustus-September) struktur paling tidak 90 persen selesai. Dan taman saat serah terima sudah dalam kondisi hijau. Disamping itu ada juga pohon yang masuk dalam cagar budaya dan itu tidak boleh ditebang,” terang Suwandi.
Untuk posisi lokomobil kata Suwandi, sesuai hasil forum diskusi grup (FGD), posisinya tetap seperti semula hanya pondasinya yang diperbaiki.
“Untuk material eksisting (hasil bongkaran) semua dipindahkan ke halaman Pemda karena jadi aset. Untuk pekerja hampir 50 banding 50 antara tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja luar. Jadi masyarakat sekitar proyek pembangunan kita libatkan untuk bekerja,” ujar Suwandi.
Suwandi berharap masyarakat mendukung selama kegiatan proyek berlangsung. Sehingga semuanya dalam kondisi baik dan hasil pekerjaan maksimal.
“Proyek ini manfaatnya untuk masyarakat. Disitu nanti ada gerai UMKM yang dibangun, ada kegiatan Car Free Day (CFD) semua itu untuk masyarakat tinggal saja pemeliharaannya nantinya,” tutup Suwandi.
