
MENTOK, BN16BANGKA — Kawasan wisata Pantai Tanjung Kalian, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mendadak ramai dipadati pengunjung. Daya tarik wisatawan kali ini bukan hanya mercusuar bersejarah, melainkan sebuah fenomena unik dan langka: sebuah kapal motor tradisional jenis pompong terdampar tepat di atas bangkai kapal karam peninggalan era kolonial Belanda.
Pemandangan tak biasa yang menyerupai “kapal di atas kapal” ini sontak menjadi pusat perhatian dan tontonan warga Mentok serta wisatawan yang berkunjung ke Bangka Barat.
Bukan Sengaja, Akibat Kerusakan Mesin,Guna menghindari simpang siur informasi di tengah masyarakat, redaksi BN16BANGKA langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi.
Berdasarkan wawancara dengan salah satu Anak Buah Kapal (ABK) pompong tersebut, insiden ini murni disebabkan oleh faktor teknis, bukan tindakan yang disengaja.
>”Kapal pompong bisa berada di atas (bangkai) kapal itu bukan disengaja. Kami hanyut karena kapal mengalami kerusakan mesin. Setelah dicek, ternyata bahan bakar minyak (BBM) kami tercampur dengan air, sehingga mesin mati total,” ujar salah satu ABK kepada BN16BANGKA.
Dalam kondisi mesin mati dan terombang-ambing di laut, arus air kemudian menyeret kapal pompong tersebut hingga akhirnya tersangkut dan bertengger di atas material besi bangkai kapal Belanda yang memang sudah lama karam di area dangkal Tanjung Kalian.
*Antusiasme Warga dan Nilai Sejarah*
Meskipun berawal dari musibah bagi sang pemilik kapal, fenomena ini justru memicu antusiasme luar biasa dari masyarakat setempat. Letak kapal pompong yang presisi berada di atas struktur kapal kuno menciptakan visual unik yang jarang terjadi.
Bagi masyarakat Mentok, keberadaan bangkai kapal Belanda di Tanjung Kalian sendiri merupakan salah satu situs bersejarah yang sudah sangat akrab di telinga mereka. Namun, kehadiran kapal pompong yang terdampar di atasnya memberikan atmosfer dan pemandangan baru yang dinilai ikonik oleh warga.
“Unik sekali, mas. Biasanya cuma lihat besi tua bangkai kapal Belanda itu kalau air lagi surut. Sekarang malah ada kapal pompong bertengger di atasnya.
Jarang-jarang ada pemandangan seperti ini, makanya langsung ramai jadi tontonan dan tempat foto warga,” ujar Hendra (34), salah satu pengunjung lokal. hingga berita ini diturunkan, lokasi pantai masih terus didatangi warga yang penasaran ingin melihat langsung fenomena “kapal di atas kapal” tersebut dari dekat.
(Tim Redaksi BN16BANGKA)
