Bangka Barat, BN16-Bangka.com – Dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada tanggal 3 Mei 2026, Pemimpin Redaksi Media Online BN16-Bangka.com Yopi Herwindo, C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par. menyampaikan pesan khusus bagi seluruh insan pers di tanah air.

Mengusung tema global “Membentuk Masa Depan yang Damai: Kebebasan Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Perlindungan Hak Asasi”, momentum tahun ini diharapkan menjadi titik balik bagi kebangkitan integritas jurnalistik di tengah tantangan teknologi digital yang semakin kompleks.
Yopi Herwindo menekankan bahwa tugas jurnalis saat ini bukan sekadar memberikan informasi, melainkan menjadi filter kebenaran bagi masyarakat. Ia mengajak rekan-rekan jurnalis untuk bangkit dan lebih selektif dalam memproduksi karya jurnalistik.
“Saya mengucapkan Selamat Hari Pers Sedunia kepada seluruh rekan-rekan seperjuangan. Di tengah derasnya arus informasi, jurnalis harus tetap tegak berdiri sebagai penyaji berita yang akurat dan berimbang. Mari kita bersama-sama memerangi hoaks yang dapat memecah belah bangsa,” ujar Yopi di sela-sela kegiatannya, Minggu (3/5/2026).
Selain masalah kualitas berita, Pimpinan Redaksi BN16-Bangka.com ini juga menyoroti pentingnya soliditas di internal profesi. Menurutnya, tantangan terhadap independensi media dan dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap industri pers hanya bisa dihadapi jika para Awak Media bersatu.
“Sangat penting bagi kita untuk saling bergandengan tangan. Mempererat komunikasi dan menjalin silaturahmi antar-jurnalis bukan hanya soal pertemanan, tapi soal memperkuat benteng perlindungan bagi profesi kita sendiri. Jika kita kompak, maka kebebasan pers yang bertanggung jawab akan tetap terjaga,” tegasnya.
Peringatan tahun 2026 ini memberikan fokus besar pada peran jurnalisme dalam menciptakan perdamaian dan perlindungan hak asasi manusia. Mujiardi sepakat bahwa pers yang bebas dan independen adalah syarat mutlak bagi kesehatan demokrasi.
“Melalui momentum ini, Nusantara Murni berkomitmen untuk terus mendukung perlindungan jurnalis, terutama mereka yang bertugas di garda terdepan dalam meliput krisis, guna memastikan suara publik tetap terdengar demi masa depan yang lebih damai,” harap Yopi.
(*/Red/LK).
