
MENTOK,BN16BANGKA– Keindahan pesisir Pantai Baru di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kini tengah terancam. Berdasarkan pantauan pada Rabu (15/4/2026), kawasan wisata yang biasanya menjadi destinasi favorit warga ini justru menyuguhkan pemandangan memprihatinkan akibat tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang garis pantai.
Sejauh mata memandang, material sampah didominasi oleh limbah plastik sekali pakai, botol minuman, hingga potongan kayu dan ranting yang terbawa arus. Fenomena ini diduga merupakan “sampah kiriman” yang muncul akibat perubahan cuaca ekstrem dan pola arus laut yang membawa limbah dari tengah laut menuju daratan.
Keberadaan limbah ini tidak hanya merusak estetika pantai, tetapi juga memicu kekhawatiran terkait dampak kesehatan bagi pengunjung, terutama anak-anak.
Ibu Yeni, salah satu pengunjung yang datang ke Pantai Baru, menyatakan kekecewaannya melihat kondisi pesisir yang kotor. Menurutnya, tumpukan sampah tersebut sangat kontras dengan status Pantai Baru sebagai area rekreasi keluarga.
> “Sangat disayangkan melihat kondisi ini, apalagi banyak anak-anak yang masih mandi di pantai meskipun airnya sudah bercampur sampah. Kami khawatir ini akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka,” ujar Yeni di lokasi, Rabu (15/4/2026).
>
Kondisi ini memicu desakan dari masyarakat agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Masyarakat berharap adanya sinergi antara **Dinas Lingkungan Hidup (DLH)** dan **Dinas Pariwisata** Kabupaten Bangka Barat untuk membersihkan area tersebut sebelum dampak kerusakan lingkungan meluas.
Meminta DLH mengerahkan armada untuk pengangkutan sampah kiriman yang menumpuk,Dinas Pariwisata diharapkan segera menata ulang kebersihan kawasan agar tidak mematikan potensi wisata lokal.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat di beberapa titik krusial Pantai Baru. Masyarakat berharap tindakan pembersihan dapat segera dilakukan dalam waktu dekat guna mengembalikan fungsi pantai sebagai ruang publik yang bersih dan sehat.
(YPH)
