Diduga Dipicu Cekcok Rumah Tangga, Seorang Pengepul Sawit Ditemukan Tewas Gantung Diri

TIYANG TARA, BANGKA INDUK – Warga di sekitar kawasan pabrik sawit Tiyang Tara, Kabupaten Bangka Induk, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial Har yang tewas gantung diri di sebuah pohon karet, Jumat (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban yang diketahui merupakan seorang pengusaha pembeli (bos) buah sawit asal Belinyu tersebut, diduga nekat mengakhiri hidupnya akibat permasalahan keluarga.

**Kronologi Kejadian**

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban terlibat perselisihan dengan istrinya. Sebelum ditemukan meninggal, korban sempat menghubungi rekannya untuk mencurahkan isi hati (curhat). 

Tak lama berselang, korban melakukan panggilan video (video call) kepada kakak kandungnya.

Dalam percakapan terakhir tersebut, korban meminta sang kakak untuk mencari keberadaannya di dalam hutan kebun karet yang terletak di samping pabrik sawit Tiyang Tara. 

Merasa ada yang tidak beres, sang kakak mencoba menghubungi kembali ponsel korban, namun tidak ada jawaban.

Pihak keluarga kemudian bergegas menuju lokasi yang disebutkan. Setelah melakukan pencarian di dalam hutan, sang kakak menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa tergantung di batang pohon karet.

Pemeriksaan Medis dan Kepolisian,Jasad korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) atau RS Bakem untuk menjalani proses visum. 

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan olah TKP sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban,” ujar sumber di lapangan.

**Kesaksian Warga Sekitar**

Mun, salah seorang warga di sekitar pabrik, mengonfirmasi bahwa korban merupakan sosok yang dikenal sebagai pengepul buah sawit dari Belinyu. Ironisnya, sesaat sebelum kejadian, korban diketahui masih menjalankan aktivitas pekerjaannya.

“Abang itu sempat mengantar buah sawit ke pabrik menggunakan truknya. Tapi saat itu ia belum dipanggil untuk bongkar muat. Belum sempat bongkar, kejadian ini sudah terjadi,” ungkap Mun.

Hingga berita ini diturunkan, satu unit truk pengangkut kelapa sawit milik korban masih terparkir di depan lokasi pabrik sawit Tiyang Tara sebagai saksi bisu peristiwa tragis tersebut. 

Kasus ini kini telah ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk pendalaman lebih lanjut.

 

Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau hotline darurat terdekat.

 

(MZ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *