Palembang, BN16Bangka.com — Sebuah video berdurasi singkat yang memperlihatkan tangisan histeris seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, viral di media sosial. Perempuan tersebut diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penganiayaan saat bekerja di Taiwan.

Dalam rekaman video tersebut, korban yang mengidentifikasikan dirinya bernama Nyaestina, warga Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, meminta pertolongan terbuka yang ditujukan kepada Kepala Desa Sedupi, Bupati PALI, serta Kapolres PALI.
Diduga Dijual Oknum Agen dan Disiksa
Sambil menahan tangis dan memperagakan gestur memohon, Nyaestina mengungkapkan bahwa dirinya diberangkatkan oleh oknum penyalur tenaga kerja ilegal ke Taiwan. Namun, pekerjaan yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
“Saya dijual oleh mereka dan pekerjaannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Saya minta tolong untuk dibebaskan, Pak,” ujar Nyaestina dalam rekaman video tersebut. Selasa (8/9/2026).
Tak hanya penipuan identitas pekerjaan, korban mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik secara berulang dalam kurun waktu beberapa hari terakhir. Sambil memegang area bahu dan pipinya yang diduga mengalami cedera, ia mengaku sudah tidak sanggup bertahan.
“Saya di sini sudah disiksa. Dua hari dua malam saya disiksa, saya tidak bisa bertahan lagi. Tolong saya, Pak,” ungkapnya.
Detail Ringkasan Informasi
Identitas Korban: Nyaestina
Asal Daerah: Desa Sedupi, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan
Lokasi Keberadaan: Taiwan
Dugaan Modus: Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) melalui penyaluran kerja ilegal
Kondisi Korban: Mengalami penganiayaan fisik/penyiksaan serta penyekapan pekerjaan yang tidak sesuai kesepakatan
Hingga berita ini diturunkan, video imbauan tersebut telah menyebar luas di platform media sosial dan memicu desakan dari masyarakat agar jajaran kepolisian daerah, Dinas Tenaga Kerja, serta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI segera melakukan penelusuran serta evakuasi terhadap korban.
(*/Red).
