Banjir Bandang Terjang Siau Timur Dini Hari saat Warga Terlelap Tidur, Puluhan Warga Luka-Luka dan Meninggal Dunia

Siau Timur, Kepulauan Sitaro, BN16-Bangka.com – Banjir bandang melanda wilayah Siau Timur pada Senin (05/01/2026) dini hari, pukul 02.45 WITA, setelah hujan deras mengguyur selama lebih dari lima jam tanpa henti. Bencana ini mengakibatkan puluhan warga mengalami luka-luka dan meninggal dunia, serta menimbulkan kerusakan rumah dan fasilitas publik.

Warga setempat mengaku terkejut dengan datangnya banjir. Marlis Sanggili, salah satu korban luka, menceritakan, Air datang begitu cepat dan membawa material batu dan kayu yang menutupi sebagian rumah mereka.

“Kami hanya bisa lari menyelamatkan diri. Rumah hampir hilang terbawa air,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan korban luka-luka antara lain: Marlis Sanggili (27), Fatmawati Kamurahang (54), Yosiro Asarya Sanggili (3), Ledy Sasela (20), Novin Tonggengbio (43), Yulita Damalang (36), Deiby Kamanangan (40), Dorkas Mudea (74), Flona Ambar (65), Oktavianus Dumalang (61), Claudio Bangsa (24), Adolfince Pandaeng (57), Ronal Kansil (53), Indo Januardy Kansil (24), Dea Pianaung (11), Eferhart Sangkilang (56), dan Sumiarti Lukas (58).

Sementara korban meninggal dunia tercatat: Juanita Erlina Bangsa (21), El Kamanangan (4), Rakmon Bangsa, Joan Bangsa (20), Florensi Bawonte (72), Santi Diamanis (34), serta dua warga Paseng yang masih dalam proses identifikasi. Satu korban bayi berusia 2 bulan, Kananta Kairi Kansil, hingga kini belum ditemukan.

Kerugian material yang terjadi antara lain: Mako Polres Kepulauan Sitaro tertimbun batu, tanah, dan kayu hingga menutupi setengah bangunan. Di Kelurahan Bahu, lima rumah warga hanyut atau hilang. Sementara di Kelurahan Paseng, batu dan tanah menutupi jalan serta rumah warga.

Salah satu Bhayangkari dilaporkan tidak sadarkan diri dan saat ini menjalani perawatan medis. Beberapa personel piket mengalami luka ringan, kendaraan tertimbun material, dan sekitar 50% gedung Mako beserta fasilitas penunjang mengalami kerusakan.

Wilayah terdampak lainnya meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbiha, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, dan Kelurahan Ulu.

Pihak kepolisian bersama tim SAR, TNI, dan warga setempat terus melakukan evakuasi korban serta pendataan kerugian material. Kepala Polres Kepulauan Sitaro menyatakan,

“Prioritas kami menyelamatkan warga dan memastikan keamanan proses evakuasi,” ungkapnya.

BMKG Sulawesi Utara mengingatkan masyarakat, khususnya di Siau Timur, agar tetap waspada terhadap hujan lebat yang dapat memicu banjir dan tanah longsor. Warga diminta segera mengungsi jika terjadi peningkatan debit air secara mendadak

Banjir bandang ini menjadi peringatan bagi warga Sulut terkait pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama menjelang puncak musim hujan.

(*/Red/Yoksan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *