Pangkalpinang, BN16-Bangka.com — Salah satu anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Asri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menarik perhatian publik setelah terlihat menghindari wartawan saat menjalani klarifikasi terkait penggunaan anggaran tahun 2024–2025 di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang, Rabu (1/4/2026).

Setelah pemeriksaan, Asri tampak terburu-buru meninggalkan lokasi dan langsung mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BN 6382 AD tanpa memberikan pernyataan kepada awak media.
Sikap ini memunculkan pertanyaan terkait transparansi anggota dewan dalam menghadapi proses klarifikasi yang sedang berlangsung.
Sementara itu, dua rekannya, Eko Suprasetyo dari Partai NasDem dan Ediyansyah dari PDI Perjuangan, bersedia memberikan keterangan.
Eko Suprasetyo menyebut ada 16 pertanyaan terkait penggunaan anggaran perjalanan dan menyatakan kesediaannya dipanggil kembali jika diperlukan.
“Ada 16 pertanyaan yang diajukan, terkait klarifikasi penggunaan anggaran perjalanan,” kata Eko.
Ediyansyah menegaskan pemeriksaannya hanya sebatas permintaan penjelasan.
“Cuma diminta penjelasan saja, dan aman-aman saja,” ujarnya.
Perbedaan sikap ketiga anggota dewan ini menjadi sorotan publik, khususnya terkait keterbukaan wakil rakyat dalam proses klarifikasi anggaran.
Para pengamat politik menilai respons Asri yang menghindari wartawan berpotensi menimbulkan spekulasi negatif di masyarakat.
Mereka menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi publik bagi pejabat publik agar tidak menimbulkan kecurigaan terkait penggunaan anggaran.
Sikap Asri yang memilih menghindari awak media menambah sorotan terhadap transparansi anggota DPRD Kota Pangkalpinang.
(*/Red/Angga).
