Sumpah “Sujud” Sri Wakanda Menanti Nyali Penegak Hukum: Dugaan Korupsi Seragam Satpol PP Babel Meledak

PANGKALPINANG –24-1-2026- Integritas hukum di Negeri Serumpun Sebalai kembali diuji ke titik nadir. Sebuah pernyataan menggegerkan datang dari sosok vokal, Ibu Sri Wakanda, yang menyatakan siap “bersujud” jika ada pejabat atau aparat penegak hukum (APH) yang benar-benar berani menyeret aktor intelektual di balik dugaan korupsi dana seragam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bangka Belitung.

Pernyataan ini bukan sekadar gertakan, melainkan bentuk keputusasaan sekaligus tantangan terbuka terhadap lemahnya supremasi hukum yang dianggap “masuk angin” dalam menangani kasus-kasus yang menyentuh kantong birokrasi.

Raibnya Dana Rakyat di Balik Seragam Petugas,Fokus utama sorotan adalah raibnya anggaran sebesar Rp158 juta yang seharusnya dialokasikan untuk pengadaan seragam personel Satpol PP.

Meski angka tersebut terlihat kecil bagi sebagian pihak, namun bagi publik, ini adalah simbol pembusukan sistemis di mana hak dasar petugas lapangan pun diduga “dilahap” oleh oknum tak bertanggung jawab.

 

Ketua Umum CIC Angkat Bicara:

“Jangan Beri Ruang, Penjarakan!”

Merespons kegaduhan ini, Redaksi BN16 BANGKA berhasil mendapatkan pernyataan eksklusif dari Raden Bambang, SS, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Corruption Investigation Committee (CIC).

Dengan nada bicara yang tegas, sosok yang dikenal tanpa kompromi dalam urusan korupsi ini mendesak langkah konkret dari APH.

“Kami di CIC sudah berkomitmen sejak awal: sikat habis korupsi tanpa pandang bulu! Terkait dugaan korupsi seragam Satpol PP ini, saya mendesak kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera bertindak. Jangan lindungi mereka, jangan berikan ruang sedikitpun bagi para koruptor!” tegas Raden Bambang kepada Redaksi BN16 BANGKA.

>

Beliau menambahkan bahwa CIC akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami tidak main-main. Jika ada bukti kuat, segera eksekusi. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang karena hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke kawan,” tambahnya.

*Dugaan Perlindungan Oknum?*

Publik kini bertanya-tanya: Mengapa kasus yang secara nominal terlihat “terukur” ini terkesan jalan di tempat? Adakah tangan-tangan kuat yang melindungi di balik layar? Sumpah sujud Ibu Sri Wakanda menjadi simbol betapa mahalnya sebuah kejujuran dan keberanian di tanah Bangka Belitung saat ini.

Kini, bola panas ada di tangan Kejaksaan dan Kepolisian setempat. Apakah mereka akan menjawab tantangan CIC dan membuktikan bahwa hukum masih punya taji, ataukah drama “seragam bodong” ini akan hilang ditelan bumi?

 

Laporan: Tim Investigasi Redaksi BN16 BANGKA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *