
MENTOK, BANGKA BARAT — Di bawah langit Mentok yang biru memeluk cakrawala, pesisir Batu Rakit berubah menjadi ruang kelas tanpa dinding.Bukan sekadar rekreasi melepas penat, agenda Puncak Tema Rekreasi yang digelar oleh TK Negeri Pembina (TKNP) ini adalah sebuah laku filosofis untuk membentuk karakter “Anak Indonesia Hebat” melalui tujuh napas kebiasaan baik.
**Manifestasi Tujuh Pilar Karakter**
Perjalanan ini adalah miniatur kehidupan. Sejak fajar menyapa, para tunas bangsa diajak menyelami hakikat kedisiplinan dan spiritualitas.
Rangkaian kegiatan ini disusun bukan sebagai beban, melainkan sebagai ritme hidup yang harmonis:
* Sembah Sujud pada Sang Pencipta: Diawali dengan doa, menyadari bahwa setiap langkah adalah titipan Tuhan.
* Disiplin Fajar: Membangun raga di pagi buta untuk menaklukkan kemalasan.
* Kekuatan Raga: Berolahraga di bawah siraman vitamin D alami.
* Nutrisi Kehidupan: Belajar menghargai tubuh melalui santap siang bersama yang bergizi.
* Dialektika dengan Alam: Eksplorasi pantai sebagai buku besar ilmu pengetahuan yang tak pernah habis dibaca.
* Seni Berbagi: Menjalin ukhuwah melalui tukar kado—sebuah simbol bahwa kebahagiaan sejati terletak pada memberi, bukan menerima.
* Pulang dalam Kedamaian: Kembali ke rumah untuk beristirahat, menghargai batas kemampuan raga.
**Suara dari Pendidik: Mencintai Ibu Pertiwi**
Mewakili Kepala Sekolah, Ibu Sarmini, Wali Kelas B3, menyampaikan pesan mendalam di sela-sela deburan ombak.
Beliau menekankan bahwa pendidikan usia dini adalah masa “menyemai benih” yang akan menentukan kokohnya pohon karakter di masa depan.
“Harapan kami sebagai pendidik adalah membangun karakter anak sejak dini agar mereka memiliki rasa kepemilikan dan cinta terhadap lingkungan. Terutama keindahan pantai dan pariwisata yang dianugerahkan Tuhan di Mentok, Bangka Barat ini. Jika mereka cinta, mereka akan menjaga,” ujar Ibu Sarmini dengan penuh ketulusan.
>
**Statistik Kehadiran: Sebuah Kekuatan Kolektif**
Kegiatan ini diikuti oleh total 85 murid yang terbagi dalam harmoni kelas-kelas kecil, didampingi dengan setia oleh para orang tua sebagai pilar pendukung utama:
| Kelas | Jumlah Murid |
|—|—|
| A1 | 13 Murid |
| B1 | 10 Murid |
| B2 | 30 Murid (Gabungan) |
| B3 | 14 Murid |
| B4 | 11 Murid |
| B5 | 13 Murid |
| Total | 85 Jiwa Kecil nan Hebat |
Perjalanan ke Batu Rakit hari ini bukan sekadar jejak kaki di atas pasir yang akan terhapus ombak, melainkan jejak karakter yang akan terpatri abadi dalam sanubari anak-anak TKNP untuk menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.
(YPH)
