BN16 BANGKA.COM
BELINYU, BN16BANGKA – Fasilitas pendidikan di SMKN 1 Belinyu kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Aktivitas tambang timah ilegal jenis “user-user” dilaporkan beroperasi bebas tepat di samping area sekolah.
Selain merusak lingkungan, muncul dugaan adanya oknum yang menerima “setoran” untuk membiarkan aktivitas tersebut tetap berjalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan lingkungan yang cukup parah.
Bagian depan sekolah dikabarkan sudah mengalami kerusakan fisik, bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) sebelumnya telah turun tangan memasang talut untuk menahan abrasi atau longsor akibat aktivitas penambangan di masa lalu.
Konfirmasi Kepala Sekolah
Menanggapi hal tersebut, Tim Redaksi telah melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMKN 1 Belinyu, Bapak Dayat. Beliau mengakui bahwa pihaknya merasa kesulitan menghadapi masifnya penambangan ilegal yang perlahan mulai merambah ke lahan sekolah.
“Terima kasih atas informasinya. Memang sangat sulit menghentikan tambang timah ilegal ini. Sebelumnya terjadi di depan sekolah hingga merambah ke lahan dekat sekolah. Namun, dengan adanya pemberitaan ini, memberikan kekuatan bagi kami untuk benar-benar menghentikannya,” ujar Dayat kepada Tim media BN16 BANGKA.
Kendala di Lapangan dan Dugaan Setoran,Dayat menjelaskan bahwa upaya pencegahan selama ini sering kali menemui jalan buntu. Ia juga menyinggung fenomena laporan masyarakat yang terkadang tidak murni karena peduli lingkungan.
“Saya sulit untuk mencegah mereka. Kalaupun ada yang melapor, biasanya karena mereka tidak kebagian (hasil), dan sangat sulit menjelaskannya. Kita tindak dan larang sekarang, beberapa saat kemudian mereka muncul kembali,” tambahnya.
Terkait isu miring mengenai adanya pihak sekolah yang menerima uang koordinasi atau setoran dari para penambang, Dayat menegaskan akan mengambil langkah disiplin jika hal tersebut terbukti benar.
“Kalau ada yang menerima setoran dari pihak sekolah di luar pengetahuan saya, akan segera saya tindak lanjuti. Sekali lagi, terima kasih kepada BN16BANGKA karena sudah memberikan informasi ini kepada kami,” tegas Dayat.
>
Harapan Kedepan Pihak sekolah berharap dengan mencuatnya kasus ini ke publik, aparat penegak hukum dan instansi terkait dapat memberikan dukungan penuh untuk membersihkan area pendidikan dari aktivitas tambang ilegal demi keamanan siswa dan keberlangsungan bangunan sekolah.
