Ketua Bawaslu Bangka Barat Keterlibatan Masyarakat Adalah Kontrol Sosial Vital dalam Pemilu

BANGKA BARAT, BN16BANGKA – Bawaslu Kabupaten Bangka Barat menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dengan tema Strategi Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Bangka Barat. 

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan penguatan pemahaman bagi jajaran Bawaslu. Serta peserta yang hadir terkait pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pengawasan Pemilu yang berintegritas. 

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Deni Ferdian. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pendekatan strategis yang terus didorong oleh Bawaslu dalam rangka memperkuat pengawasan Pemilu. 

“Keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu,” ujarnya pada Selasa (10/3/2026) petang. 

Deni Ferdian juga menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan secara bersama antara penyelenggara dan masyarakat diharapkan mampu meminimalisir potensi pelanggaran.

“Juha menjadi momentum memperkuat upaya mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas,” tambahnya. 

Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Rio Febri Fahlevi mengatakan pentingnya kegiatan Ngabuburit Pengawasan sebagai sarana edukasi sekaligus ruang dialog bersama masyarakat. 

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk terus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam mengawal demokrasi melalui pengawasan partisipatif,” ungkapnya. 

Menurutnya, melalui kegiatan seperti Ngabuburit Pengawasan, masyarakat dapat lebih memahami peran dan fungsi pengawasan Pemilu serta terdorong untuk turut berpartisipasi dalam menjaga integritas proses demokrasi.

Dalam kegiatan tersebut, Budi Santoso selaku narasumber memaparkan materi mengenai pengawasan partisipatif. 

“Pengawasan partisipatif merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi melalui berbagai bentuk partisipasi.

Seperti memberikan informasi awal terkait dugaan pelanggaran, menyampaikan laporan kepada pengawas Pemilu, hingga ikut menyebarkan edukasi pengawasan kepada masyarakat luas,” ujarnya. 

Menurutnya, pengawasan partisipatif tidak hanya memperluas jangkauan pengawasan. Akan tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Ustaz Mardi Hadi, Dosen Universitas Islam Nusantara Bandung dan Universitas Pasundan Bandung yang memberikan tausiyah secara daring melalui Zoom Meeting dengan tema “Ramadan Sebagai Momentum Meningkatkan Kualitas Iman.”

Dalam penyampaiannya, Ustaz Mardi Hadi menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kejujuran. Integritas, serta tanggung jawab moral dalam kehidupan bermasyarakat. 

“Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat menjaga demokrasi yang bersih dan bebas dari berbagai bentuk kecurangan. Maka dari itu saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan,” kata dia. 

Lebih lanjut, memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai keadilan dan kejujuran, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bangka Barat berharap dapat terus mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu. 

Sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Kegiatan Ngabuburit Pengawasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Bangka Barat. 

Alumni P2P, media di Bangka Barat, serta perwakilan organisasi GMNI, sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat kolaborasi dalam mendukung pengawasan partisipatif.

 

((D))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *