Inisial MARS Diduga Jadi Penampung Utama Buah Sitaan Kejagung

PENYAK, BANGKA TENGAH – Praktik penjarahan buah sawit di lahan sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) milik tersangka korupsi tata niaga timah, Thamron alias Aon, kian meruncing.Tak hanya menyasar aset negara, aksi kriminal ini dilaporkan mulai merembet ke perkebunan milik warga lokal, memicu keresahan massal di Desa Penyak.

Nama seorang oknum berinisial MARS, warga Guntung, kini mencuat ke permukaan. Ia diduga kuat menjadi aktor intelektual sekaligus penampung utama yang berani menjemput langsung hasil jarahan dari lokasi perkebunan menggunakan armada angkut.

*Modus Operandi: Jemput Bola di Lahan Sitaan*

Berdasarkan investigasi lapangan dan kesaksian warga, aktivitas ini bukan lagi rahasia umum. MARS diduga memfasilitasi para penjarah dengan membeli buah sawit hasil curian di bawah harga pasar.

“Sawit kami dibeli MAR dan anak buahnya dengan harga murah. Kadang Rp2.100, kadang Rp2.000 tergantung kematangan. Bahkan buah mentah pun dihargai Rp10.000 per butir,” ungkap salah satu sumber yang mengaku terlibat dalam aksi penjarahan tersebut.

Keberadaan penampung yang “siap jemput” di lokasi perkebunan dinilai warga sebagai pemicu utama suburnya aksi pencurian. 

Dengan adanya akses penjualan yang mudah, para pelaku semakin nekat melakukan aksinya meski lahan tersebut berstatus dalam pengawasan hukum.

Petani Lokal Jadi Korban Sampingan,Dampak dari pembiaran ini mulai dirasakan pedih oleh petani mandiri di Desa Penyak. 

Para pencuri kini tidak lagi pandang bulu; kebun milik rakyat yang berbatasan dengan lahan sitaan pun turut ludes digasak.

“Awalnya mereka hanya ambil di lahan sitaan. Tapi lama-lama sawit kami ikut dijarah. Bahkan buah yang masih mentah dan belum layak panen pun hilang,” keluh seorang petani lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Warga menyesalkan sikap para pembeli dari luar desa yang seolah “tutup mata” terhadap asal-usul buah tersebut. 

Dukungan logistik berupa pengangkutan langsung dari kebun dianggap sebagai bentuk dukungan tidak langsung terhadap praktik kriminal yang merugikan ekonomi desa.

**Desakan Tindakan Tegas Aparat**

Situasi di Desa Penyak kini ibarat api dalam sekam. Masyarakat menuntut ketegasan dari aparat penegak hukum (APH) dan pihak terkait untuk segera turun tangan. 

Keberanian oknum seperti MARS yang diduga menampung hasil kejahatan secara terang-terangan dianggap telah mengangkangi supremasi hukum.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan pihak terkait mengenai langkah pengamanan aset sitaan negara tersebut serta penindakan terhadap jaringan penadah sawit ilegal di wilayah Bangka Tengah.

 

(Tim/YPH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *