Elegi Kristal di Ambang Januari: Kala Bayang Ilusi Terhempas di Ujung Mentok

BN16 BANGKA

Bangka Barat—Ketika kalender baru saja menyentuh lembar pertama di tahun 2026, di saat doa-doa keselamatan masih menggantung di langit-langit rumah, sebuah ironi justru mekar di balik pintu kontrakan sunyi.

 

Di Kampung Menjelang, sebuah nama yang seolah meramalkan datangnya sesuatu yang tak terelakkan, tirai gelap peredaran “kristal penghancur jiwa” akhirnya tersingkap oleh jemari hukum.

 

Polres Bangka Barat, di bawah komando nurani untuk menjaga peradaban, berhasil membekukan detak peredaran narkotika jenis sabu. Ini bukan sekadar penangkapan; ini adalah sebuah pernyataan bahwa di tanah Bangka Belitung, fajar tahun baru tak boleh dinodai oleh asap halusinasi yang menyesatkan.

 

Perjamuan Palsu di Balik Tas Selempang,Seorang pria berinisial ER (41), yang seharusnya berada di usia matang untuk menanam kebijakan, justru terjebak dalam labirin niaga yang mematikan.

 

Pada Sabtu (3/1/2026), tepat pukul 15.00 WIB—saat matahari mulai condong ke barat seolah enggan menyaksikan kegetiran—Tim Sat Reserse Narkoba menghentikan langkah sang kurir ilusi.

 

Dalam penggeledahan yang disaksikan oleh sunyinya keadilan, ditemukanlah 10 paket plastik klip bening. Di dalamnya, butiran kristal seberat 5,01 gram berkilau dingin, menawarkan kebahagiaan semu yang berujung pada kehampaan absolut.

 

Bersamanya, sebuah timbangan digital diam membisu, menjadi saksi bagaimana raga dan masa depan ditakar dalam hitungan gram yang rendah.

 

“Pengungkapan ini adalah ikhtiar kami; sebuah komitmen bahwa awal tahun haruslah menjadi gerbang kesucian, bukan pintu masuk bagi racun yang merusak nalar bangsa,” ujar Iptu Yos Sudarso, mewakili Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha.

 

Jejak Kehampaan yang Terukur,Kejahatan selalu meninggalkan jejak, sekecil apapun itu.

 

Selain kristal putih tersebut, petugas turut menyita: Satu unit telepon genggam: Kotak pandora yang menyimpan rahasia percakapan gelap.

 

Alat skop dan plastik kosong: Perkakas mekanis yang mereduksi kemanusiaan menjadi sekadar komoditas.

 

Satu unit sepeda motor: Besi tua yang semula digunakan untuk mengejar bayang-bayang semu di jalanan Mentok.

 

Kini, ER harus merenungi sisa Januari—dan mungkin tahun-tahun setelahnya—di balik jeruji besi Mapolres Bangka Barat.

 

Hukum akan menimbang perbuatannya, sebagaimana ia menimbang sabu di atas timbangan digitalnya.

 

Seruan dari Menara Keadilan,Melalui peristiwa ini, Kepolisian tidak hanya bertindak sebagai pedang, tetapi juga sebagai cermin bagi masyarakat.

 

Kita diingatkan bahwa keamanan bukan hanya tugas mereka yang berseragam, melainkan harmoni yang dibangun dari kepedulian setiap insan.

 

Masyarakat diajak untuk terus menjadi mata bagi kebenaran dan suara bagi mereka yang terancam.

 

Sebab, di balik setiap butir kristal yang berhasil diamankan, ada nyawa yang terselamatkan dan masa depan yang kembali menemukan jalannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *