Belitung, BN16-Bangka.com – Suasana hangat dan penuh harapan menyelimuti SD Negeri 8 Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (10/02). Melalui inovasi Bekisah Bapas Berkunjung dan Menginspirasi Siswa Sekolah, Bapas Kelas II Tanjungpandan hadir membawa pesan kuat bahwa tidak boleh ada satu pun anak Indonesia yang kehilangan mimpi dan meninggalkan bangku sekolah.

Kedatangan rombongan Bapas Tanjungpandan yang bersinergi bersama Koramil 414-03 Gantung dan Polsek Dendang disambut dengan Tari Selamat Datang oleh siswa-siswi SDN 8 Dendang. Sambutan tersebut menjadi simbol keterbukaan, kebersamaan, dan semangat menyongsong masa depan generasi muda Belitung Timur.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Sekolah SDN 8 Dendang, Andreansyah, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bapas, TNI, dan Polri di lingkungan sekolahnya.
“Kehadiran ini bukan sekadar kegiatan, tetapi wujud nyata kepedulian bersama terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak kami. Ini menjadi energi dan semangat baru bagi siswa, guru, dan orang tua,” ujarnya.
Selanjutnya, Kepala Urusan Tata Usaha Bapas Tanjungpandan, Yovie Agustian Putra, menegaskan bahwa Bekisah merupakan komitmen Pemasyarakatan dalam menanamkan harapan dan mimpi anak Indonesia sejak dini.
“Tidak boleh ada anak yang putus asa hingga meninggalkan sekolah. Buku dan pena yang kami berikan hari ini adalah tanda cinta Pemasyarakatan untuk anak Indonesia di mana pun berada. Kalian semua harus berani bercita-cita setinggi langit,” tegasnya.
Usai pembukaan, siswa-siswi mengikuti kelas inspirasi di masing-masing kelas yang dipandu oleh guru dari peserta magang Bapas Tanjungpandan. Anak-anak diajak mengenal nilai kejujuran, disiplin, keberanian bermimpi, serta semangat pantang menyerah dalam meraih masa depan.
Sementara itu, para guru dan orang tua siswa mengikuti kelas pengenalan Undang-Undang Perlindungan Anak serta pencegahan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan kekerasan di lingkungan sekolah yang dipandu oleh Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Anak Bobby Revananda dan Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, Bastian, sebagai upaya membangun kesadaran kolektif dalam melindungi anak.
Di sisi lain, sinergi nyata tampak ketika tim Bapas Tanjungpandan bersama Babinsa Desa Nyuruk Koramil Gantung, Sertu Suprapto, dan Bhabinkamtibmas Desa Nyuruk Brigadir Daniel Denny Subhan bersinergi memasak serta menyiapkan makan bergizi gratis untuk siswa.
Sertu Suprapto menegaskan bahwa perhatian terhadap anak harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar dan pendampingan moral.
“Anak-anak ini adalah aset bangsa. Tugas kita bersama memastikan mereka tumbuh sehat, semangat belajar, dan tidak kehilangan harapan. Selama mereka mau belajar dan bercita-cita, TNI akan selalu hadir mendukung,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Brigadir Daniel Denny Subhan menekankan peran Polri dalam pencegahan ABH melalui pendekatan humanis dan kolaboratif.
“Polri hadir sejak dini melalui edukasi dan pendampingan. Sinergi bersama Bapas, TNI, sekolah, dan orang tua menjadi kunci agar anak-anak merasa aman dan terlindungi,” ujarnya singkat.
Kegiatan Bekisah ditutup dengan pembagian kado buku dan pena serta makan siang bersama. Senyum tulus dan sorot mata penuh mimpi para siswa menjadi penanda bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda, melainkan wujud nyata kehadiran Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat Untuk Masyarakat juga dirasakan bagi anak-anak Indonesia.
Melalui Inovasi Bekisah, Bapas Tanjungpandan bersama TNI dan Polri menegaskan komitmen sinergitas lintas sektor dalam membangun generasi muda yang berkarakter, terlindungi, dan berani bermimpi setinggi langit.
(*/Luise).
