Tim Wasev TMMD Ke-130 Tinjau Lokasi di Koramil 431-01/Jebus, Tekankan Pelestarian Lingkungan dan Potensi Ekspor Bangka Barat

BANGKA BARAT, BN16BANGKA— Pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0431/Bangka Barat menjadi bukti nyata kuatnya sinergi lintas sektoral antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat.

Dukungan penuh ditunjukkan melalui pengalokasian total anggaran yang mencapai Rp1,56 miliar. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0431/Bangka Barat, Letkol Inf. Czi Fadhil, saat menerima kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabesad di Koramil 431-01/Jebus, Rabu (21/10/2026).

Acara evaluasi dan peninjauan lapangan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tim Wasev TMMD ke-130, Brigjen TNI Sugeng Hartono, S.E., M.M., Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman, jajaran Kodim 0431/Bangka Barat, Satgas TMMD, serta unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Rincian Alokasi Anggaran dan Sasaran Program,Dalam pemaparannya, Letkol Inf. Czi Fadhil merincikan bahwa total anggaran Rp1,56 miliar tersebut bersumber dari dua lini utama:

Komando Atas (Mabesad): Rp574.500.000,00 (Operasional Satgas)

APBD Pemkab Bangka Barat: Rp992.492.000,00

Dukungan APBD Pemkab Bangka Barat dialokasikan secara mendalam pada tiga sasaran fisik prioritas:

Normalisasi Sungai & Talud (Desa Sinar Manik): Rp492,49 juta untuk pengerjaan aliran sungai sepanjang 2,5 km dan talud penahan 80 meter.

Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT): Rp300 juta untuk pembuatan JUT di 3 titik wilayah Kecamatan Kelapa.

Rehabilitasi Sarana Pendidikan: Rp200 juta untuk perbaikan atap SD 5 Mentok dan sekolah di Simpang Teritip.

Solusi Atasi Banjir Hingga Angka Anak Putus Sekolah,Dandim menegaskan, pemilihan sasaran TMMD ke-130 yang berlangsung sejak 13 Oktober hingga 11 November 2026 ini dirancang khusus untuk menjawab persoalan mendasar warga lokal.

Caption:Dandim 0431 Bangka Barat Letkol Inf. Czi Fadhil.

“Pertimbangan kami memilih sasaran TMMD ini adalah lokasi yang diprioritaskan pada desa yang sering terjadi banjir dan desa tertinggal. Salah satu sasaran utamanya yaitu normalisasi aliran sungai, di mana setiap ada hujan pasti airnya meluap dan menyebabkan banjir,” terang Letkol Inf. Czi Fadhil.

Selain masalah banjir, fokus TMMD juga diarahkan pada sektor pendidikan guna menekan angka putus sekolah yang marak terjadi akibat tergiurnya generasi muda pada sektor pertambangan rakyat.

“Banyak anak-anak muda setelah lulus sekolah atau bahkan putus sekolah langsung masuk ke pertambangan. Data dari Dinas Pendidikan mencatat banyak anak muda yang menganggur dan tidak melanjutkan sekolah. Ini menjadi PR besar bagi kami untuk membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak muda di Bangka Barat,” tegas Dandim.

Program Unggulan Kasad & Sentuhan Non-Fisik,Guna menyempurnakan pembangunan infrastruktur, TMMD ke-130 turut mengusung berbagai Program Unggulan Kasad, di antaranya:

Pembuatan 5 titik sumur bor (diprioritaskan bagi pesantren krisis air).

Rehabilitasi 4 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) (progres saat ini >30%).

Penanaman 1.000 bibit pohon buah serta pengelolaan 1 hektar lahan ketahanan pangan.

Pembersihan sarana umum dan pembagian 100 paket makanan pencegahan stunting.

Di samping itu, penyuluhan non-fisik mencakup Wawasan Kebangsaan, Hukum dan Kamtibmas, Bahaya Narkoba, hingga Pertanian dan Perikanan terus digencarkan. Untuk merekatkan hubungan emosional, sebanyak 150 personel Satgas yang diterjunkan diinapkan langsung di rumah-rumah warga (induk rumah).

Apresiasi Tim Wasev dan Pemda Bangka Barat,Ketua Tim Wasev TMMD ke-130, Brigjen TNI Sugeng Hartono, S.E., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi anggaran dan pelaksanaan program di lapangan. Ia mendorong penguatan potensi daerah yang selaras dengan program nasional Presiden Prabowo, seperti optimalisasi komoditas sawit, kelapa, maupun kelor.

Caption:Brigjen TNI Sugeng Hartono.

 

Brigjen TNI Sugeng Hartono juga menitikberatkan pentingnya isu pemulihan lingkungan pascatambang.

“Bumi kita harus ada keseimbangan supaya iklim tidak makin panas. Saran kami, setiap insan harus memiliki rasa kewajiban untuk menjaga bumi ini.

Mengenai bekas tambang, kalau ada, kita bersihkan dulu supaya saat musim hujan bisa menjadi embung-embung alami yang tidak beracun. Airnya bisa dimanfaatkan untuk pemadam kebakaran, air minum/PDAM, maupun irigasi pertanian,” ungkap Brigjen TNI Sugeng Hartono.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, menyambut positif kehadiran Tim Wasev serta mengapresiasi kinerja penuh TNI dalam mengakselerasi pembangunan daerah terpencil.

Caption:wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman

“Program TMMD selama ini telah terbukti menjadi salah satu akselerator penting dalam pembangunan di daerah, khususnya di wilayah pedesaan dan terpencil. Melalui TMMD ke-130 ini, kita melihat bagaimana semangat gotong royong antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat berpadu secara nyata,” puji Yus Derahman.

 

Rangkaian kegiatan kunjungan kerja Tim Wasev di Koramil 431-01/Jebus diakhiri dengan paparan materi evaluasi, peninjauan lapangan, serta diskusi interaktif terkait pemetaan potensi ekonomi dan konservasi daerah ke depan.

 

Sumber Liputan: ALLOPOST &BN16

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *