Sebut Ada ‘Oknum Main’ dan Info Bocor, DPC PJS Bangka Barat Siap Kawal Dugaan Tambang Ilegal di Hutan Lindung Berhala Desa air putih

MENTOK, BN16BANGKA— Dewan Pimpinan Cabang Pro Jurnalismedia Siber (DPC PJS) Bangka Barat secara tegas menyatakan komitmennya untuk mengawal ketat dugaan aktivitas penambangan timah ilegal di kawasan Hutan Lindung Berhala, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok. Langkah investigasi ini diambil di tengah sorotan publik atas kondisi vegetasi hutan yang kian hancur serta kejanggalan di lapangan.

Ketua DPC PJS Bangka Barat, Yopi Herwindo, menegaskan bahwa timnya telah diturunkan langsung ke lokasi untuk memantau situasi secara terukur. Menurut penelusuran awal di lapangan, indikasi aktivitas penambangan liar masih terlihat jelas sebelum adanya pergerakan aparat.

“Kami akan menerjunkan tim khusus untuk mengawal kasus ini. Saat tim kami turun ke lapangan, alat-alat tambang masih lengkap berada di lokasi, mulai dari mesin hingga selang masih ada di sana,” kata Yopi.

Yopi menyayangkan penanganan yang dinilainya terlambat dan menduga adanya kebocoran informasi sebelum giat penertiban dilakukan. Pihaknya menyoroti pelaksanaan pengecekan oleh Unit Reskrim Polsek Mentok yang dilakukan pada Jumat (9/10/2026)—hari yang dikenal luas di kalangan penambang sebagai hari libur beraktivitas.

“Penertiban baru dilakukan setelah beritanya viral. Kami menduga kuat informasi sudah bocor duluan. Bahkan dari informasi yang kami himpun di lapangan, diduga ada oknum wartawan yang ikut bermain di balik aktivitas tersebut,” tegasnya.

Kerusakan masif di kawasan Hutan Lindung Berhala menjadi perhatian utama. Pohon-pohon di kawasan konservasi tersebut dilaporkan telah habis ditebang akibat pengerukan sisa-sisa cadangan timah. Atas kondisi ini, PJS Bangka Barat mendesak Polres Bangka Barat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas keterlibatan pihak-pihak tertentu.

“Publik butuh tindakan tegas, bukan sekadar peninjauan formalitas. Hutan lindung itu sudah hancur, pohon-pohonnya habis. Siapa yang mau bertanggung jawab atas kerusakan fatal ini? Jika memang ada oknum yang bermain di belakangnya, usut sampai tuntas,” ujar Yopi.

 

Polres Bangka Barat Buka Suara: Pengecekan Nihil Aktivitas

Menanggapi gejolak informasi di masyarakat, jajaran kepolisian memberikan klarifikasi resmi.

Personel Unit Reskrim Polsek Mentok melakukan pengecekan langsung ke titik lokasi Hutan Lindung Berhala hingga kawasan pesisir pantai pada Jumat (9/10/2026) mulai pukul 15.00 WIB.

Mewakili Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso menyatakan bahwa giat tersebut merupakan respons cepat kepolisian atas isu yang berkembang.

Namun, dari hasil penyisiran di lapangan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas maupun peralatan tambang yang sedang beroperasi.

“Menanggapi pemberitaan yang beredar, personel Polsek Mentok langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan monitoring.

Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan aktivitas penambangan maupun peralatan tambang yang sedang beroperasi di lokasi saat pengecekan dilakukan,” terang IPTU Yos Sudarso.

Pihak kepolisian menegaskan bakal terus memantau kawasan hutan lindung dari potensi penambangan tanpa izin (PETI) dan mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan pelanggaran hukum di wilayah hukum Bangka Barat.

Kendati demikian, PJS Bangka Barat memastikan bakal terus memantau perkembangan kasus ini guna memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan menyentuh hingga ke akar persoalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *