
MENTOK, BN16BANGKA – Suasana di Kantor Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok, mendadak memanas pada Rabu siang (10/6/2026). Sekitar pukul 11.30 WIB, lebih dari 60± warga Keranggan Atas yang didominasi oleh kaum ibu, janda, dan para pekerja lokal, mendatangi kantor kelurahan secara bergelombang.
Mereka melakukan aksi demonstrasi guna menuntut pemberhentian dan penggantian Ketua RW 02 yang dinilai tidak berpihak pada urusan perut rakyat kecil.
Aksi protes ini dipicu oleh kekecewaan mendalam warga terhadap kebijakan Ketua RW 02 yang dituding menutup mata terhadap mata pencaharian mereka di sektor pertambangan laut Keranggan.
Bagi mayoritas warga setempat, wilayah pesisir tersebut adalah satu-satunya tumpuan hidup untuk menyambung nyawa dan mengasapi dapur rumah tangga.
Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi BN16BANGKA, ketegangan sempat memuncak saat warga yang diselimuti amarah mendesak pihak kelurahan untuk menghadirkan Ketua RW 02 secara langsung guna dimintai pertanggungjawaban.
Saat dikonfirmasi oleh tim redaksi BN16BANGKA di lokasi aksi, salah seorang warga Keranggan berinisial M secara gamblang mempertanyakan empati sang ketua RW yang baru seumur jagung memimpin wilayah mereka.
“Kenapa sebagai Ketua RW 02 yang baru tiga bulan menjabat, dia tidak mencari solusi terbaik untuk masyarakatnya sendiri? Malahan terkesan hanya memikirkan ego pribadi tanpa memikirkan dampak ekonomi yang kami hadapi,” cetus M dengan nada kecewa.
Senada dengan M, dua perwakilan emak-emak berinisial L dan O juga meluapkan kegeramannya kepada Redaksi BN16BANGKA.
Mereka menegaskan bahwa mosi tidak percaya sudah bulat dan menuntut agar Ketua RW 02 segera diganti.
Warga membandingkan kepemimpinan saat ini dengan jajaran RT dan RW sebelumnya yang dinilai lebih humanis dan bijaksana.
Kami minta dia diganti! Selama ini, RW dan RT di Keranggan tidak pernah mengusik pekerjaan kami di laut. Bagi mereka yang penting dapur warga berasap,” ujar L didampingi O
Enak mereka (perangkat desa) ada gaji bulanan dari pemerintah, sedangkan kami tidak ada pemasukan lain kalau bukan bergantung dari hasil tambang tersebut,” tambah mereka dengan nada emosional.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi BN16BANGKA masih terus berupaya menghubungi Lurah Keranggan serta Ketua RW 02 yang bersangkutan guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait tuntutan pencopotan jabatan dan ketegangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat Keranggan Atas. (Red)
