Tiga Karung Timah Selundupan Diamankan, Fungsi Kontrol Satgas PT Timah Dipertanyakan!

TEMPILANG, BN16BANGKA– Praktik mafia timah di kawasan Tempilang kembali memanas. Anggota BKO Polres Bangka Barat berhasil mengamankan sedikitnya tiga karung pasir timah ilegal dari lokasi yang sangat mengejutkan: tepat di belakang Mess Dansektor PT Timah Tempilang (area tambang Pak Mul).

Penangkapan ini membuka kotak pandora dugaan keterlibatan jaringan terstruktur yang berani bermain di “halaman rumah” aparat penegak hukum dan badan usaha milik negara (BUMN).

Kode Rahasia di Karung Sitaan,Diduga Milik Kolektor Lokal

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, tiga karung timah yang disita tersebut memiliki coretan kode khusus, yakni tulisan “CV BPM”, “DEMI”, dan angka “13”.

Setelah ditelusuri lebih dalam, kode tersebut diduga kuat merujuk pada:

CV BPM: Perusahaan/CV mitra binaan yang menaungi aktivitas tersebut.

DEMI: Identitas pemilik barang.

13: Nomor ponton atau silo asal timah dikeruk.

Modus operandi pelaku tergolong nekat. Barang bukti tersebut tertangkap tangan saat hendak diselundupkan keluar dari jalur penimbangan resmi yang telah ditetapkan oleh PT Timah di kawasan Lampu Merah Tempilang.

Informasi dari jejaring media menyebutkan, pusaran aktivitas ilegal ini diduga kuat melibatkan pihak kepanitiaan lokal yang akrab disapa warga dengan nama Bunuy. 

Hingga berita ini diturunkan, aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan mendalam terkait legalitas korporasi yang terlibat.

“Main Mata” di Belakang Mess Dansektor? Warga Sebut Satgas Tutup Mata,Ironi terbesar dari pusaran kasus ini adalah lokasi penangkapan yang berada persis di belakang Mess Satgas dan Dansektor PT Timah Tempilang. 

Kedekatan geografis ini memicu kegeraman sekaligus kecurigaan mendalam dari masyarakat setempat. Warga menilai mustahil pihak internal PT Timah tidak mengetahui pergerakan barang haram tersebut.

“Masa rombongan Dansektor PT Timah, Pak Dayat, tidak tahu kalau di lokasi tambang Pak Mul itu sering terjadi aktivitas penyelundupan?! Sudah berapa kali ganti Dansektor, dan Pak Dayat itu orang lama di Tempilang, masa tidak tahu-tahu? Lucu sekali, sebanyak itu Satgas PT Timah tapi fungsi kontrolnya nol!” cetus seorang nelayan Benteng Kota yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Bocoran Jalur Tikus: Dari Pantai Hingga Belakang SPBU,Tak hanya di belakang mess, warga sekitar membeberkan sejumlah “titik aman” yang kerap dijadikan jalur tikus penyelundupan timah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan:

*>Pantai Pasir Kuning,Pantai Selepek

*>Area dekat dermaga tambatan perahu Pasir Kuning

*>Belakang SPBU Lampu Merah Benteng Kota

“Beberapa lokasi itu jelas sekali sering ada penyelundupan timah. Tapi apa daya, Satgas PT Timah dan Satgas lainnya kalau cuma mengetahui tapi tidak ada tindakan, alias tutup mata,” timpal warga lainnya dengan nada kecewa.

Nelayan Menuntut Keadilan: “Jangan Sampai Kasus Ini Menguap Lagi!”

Masyarakat nelayan di Benteng Kota dan Air Lintang kini menyuarakan mosi tidak percaya. Mereka menilai, selama ini penangkapan timah selundupan kerap berakhir antiklimaks—barang bukti ada, pelaku jelas, namun penegakan hukumnya jalan di tempat hingga kasusnya menguap begitu saja.

Para nelayan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu. Mereka meminta pihak kepolisian segera memeriksa aktor-aktor yang namanya mencuat dalam pusaran kasus ini.

“Kami minta APH tindak tegas pelaku penyelundupan timah itu. Kalau perlu, periksa Bunuy selaku panitia dari CV BPM, periksa juga Jay dan Demi yang informasinya pemilik tiga karung timah yang mau dijual keluar penimbangan itu. Jangan ada yang ditutup-tutupi!” tegas perwakilan nelayan.

Hingga berita ini naik cetak, pihak manajemen PT Timah, Dansektor Tempilang, serta pihak-pihak yang sebutkan di atas masih diupayakan untuk dikonfirmasi terkait tudingan dan temuan barang bukti tersebut. 

 

(Tim Trabas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *