BATARA Serukan Aksi Massa Kepung Kantor Gubernur Bangka Belitung 30 Desember

BN16 BANGKA.COM

PANGKALPINANG – Suasana politik dan sosial di Bangka Belitung mendadak memanas.Perwakilan masyarakat dari berbagai kabupaten yang tergabung di Bangka Belitung, BATARA secara terang-terangan menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar di halaman Kantor Gubernur Bangka Belitung pada Selasa, 30 Desember mendatang.

Dalam sebuah pernyataan video yang viral,BATARA menegaskan bahwa aksi ini merupakan puncak dari kegelisahan rakyat atas kondisi ekonomi dan hukum yang dinilai mencekik para penambang kecil.

Bukan Anarkis, Tapi Menuntut Tanggung Jawab
Meski mengancam akan mengepung kantor gubernur, BATARA menekankan bahwa gerakan ini bukan bertujuan untuk melawan pemerintah secara anarkis.

“Demo ini bukan niat kita untuk melawan pemerintah, bukan untuk anarkis, apalagi bikin rusuh.

Kami hanya ingin menyampaikan pendapat dan menuntut Gubernur Bangka Belitung bertanggung jawab atas nasib rakyatnya,” tegas perwakilan BATARA dalam video tersebut.

Ratusan Warga Ditahan, BATARA: “Mereka Bukan Kriminal!”
Isu utama yang memicu kemarahan massa adalah penahanan hampir 100 warga Bangka Belitung yang terjerat kasus pertambangan.

BATARA menilai tindakan hukum tersebut sangat tidak adil bagi masyarakat yang hanya mencari sesuap nasi.

“Mereka itu bukan maling, bukan perampok, bukan penipu, apalagi penjual narkoba! Mereka bekerja tambang dengan tangan sendiri hanya untuk makan,” seru pembicara dalam video dengan nada tinggi.

Tantang Aparat: Berani Tangkap Pemain Besar?
Tak hanya menyasar gubernur, BATARA juga melontarkan kritik pedas kepada aparat penegak hukum, mulai dari tingkat daerah hingga nasional, termasuk Kejaksaan Agung (Jampidsus).

Mereka menuding penegakan hukum selama ini hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

 

BATARA bahkan menantang keberanian aparat untuk menindak perusahaan-perusahaan besar daripada terus-menerus menangkap rakyat kecil yang menambang secara tradisional.

 

→”Kalau mau menertibkan tambang, tangkap MSP (perusahaan besar)! Berani nggak? Saya tantang!” pungkasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Provinsi Bangka Belitung belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi massa tersebut.

 

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada menjelang akhir tahun yang diprediksi akan diwarnai aksi unjuk rasa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *