Penambang Kepala Burung Klarifikasi Isu Oknum Aparat: RZ Tak Tahu dan Tak Terlibat Aktivitas Tambang

 

*BANGKA —* Polemik aktivitas penambangan biji timah di kawasan Kepala Burung, Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka, kembali mengemuka. Isu dugaan keterlibatan seorang oknum aparat berinisial *RZ* dalam pengamanan pasir timah puluhan kilogram yang sempat diamankan sebelumnya, kini mendapat klarifikasi langsung dari pihak penambang.

 

Seorang penambang berinisial *PT* angkat bicara dan menegaskan bahwa nama RZ sama sekali tidak memiliki keterlibatan dalam kegiatan penambangan maupun peristiwa diamankannya pasir timah di lokasi tersebut.

 

Menurut PT, pada hari kejadian dirinya bersama rekan-rekannya memang bekerja di lokasi Kepala Burung dengan menggunakan mesin milik RZ. Namun, aktivitas tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik mesin.

 

> “Kami bekerja meminjam mesin RZ dari pagi, tapi tidak memberitahu beliau kalau kami akan bekerja. RZ sama sekali tidak tahu,” ujar PT kepada awak media.

 

PT mengungkapkan, sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah panitia CV mendatangi lokasi penambangan dan menyampaikan pernyataan yang menurutnya terasa janggal.

 

> “Mereka datang dan bilang, ‘aman bang, hari ini kami yang jaga’. Seperti ada sinyal tertentu,” ungkapnya.

 

Hingga sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, PT dan rekan-rekannya menyelesaikan aktivitas penambangan. Namun tak lama berselang, mereka kembali didatangi panitia CV di camp penambang. Tanpa banyak penjelasan, pasir timah hasil kerja mereka langsung diambil.

 

> “Mereka tanya ini timah siapa, saya jawab ini timah kami. Tapi belum sempat kami jelaskan lebih jauh, timah itu langsung dibawa,” tutur PT.

 

Setelah kejadian tersebut, PT mengaku merasa tidak enak dan baru menghubungi RZ. Respons RZ, kata PT, justru menunjukkan ketidaktahuan total terkait aktivitas penambangan tersebut.

 

> “Saya malah dimarahi RZ, kenapa ada masalah dan kenapa bekerja tidak memberitahu. Intinya, RZ tidak tahu apa-apa, apalagi memberi instruksi atau terlibat menyelewengkan timah. Kami bekerja saja dia tidak tahu,” tegas PT.

 

Lebih jauh, PT menyampaikan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak perusahaan guna mempertanyakan kejelasan nasib pasir timah yang telah diambil. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

 

> “Kami tidak tahu harus menemui siapa. Sampai sekarang tidak ada kejelasan,” keluhnya.

 

Akibat persoalan tersebut, PT dan rekan-rekannya kini terpaksa menghentikan aktivitas penambangan di lokasi Kepala Burung. Padahal, tambang tersebut menjadi satu-satunya sumber penghidupan bagi mereka dan keluarga.

 

> “Sekarang kami tidak bekerja. Padahal dari tambang itulah kami menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak,” pungkas PT.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pihak terkait lainnya mengenai pengambilan pasir timah di lokasi Kepala Burung tersebut. (KBO Babel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *