MENTOK- Sosok pengusaha berinisial AHN secara tegas membantah tudingan keterlibatannya dalam kasus dugaan penyelundupan timah di perairan Desa Kundi Simpang Teritip yang belakangan beredar di sejumlah media online, AHN menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, dan tidak didukung oleh fakta hukum.
AHN menyatakan tidak pernah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam aktivitas penyelundupan timah sebagaimana yang dituduhkan, itu semua fitnah.
” Saya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan kegiatan penyelundupan timah itu, tuduhan yang beredar adalah keliru dan mencemarkan nama baik saya,” ujar AHN, Minggu (14/12/25).
” Kalau masalah timah, itu memang benar, timah yang berada digudang sudah kita bawa ke GBT, itu totalnya kurang lebih 4 sampai 5 ton, bukan 7 ton,” kata AHN.
AHN juga menekankan kepada teman teman wartawan, jangan mudah percaya oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang membuat isu isu Hoaks. Ia juga yakin bahwa berita yang di publish di beberapa media online yang menuduhnya, itu berita pesanan dan ia menyatakan siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum apabila diperlukan untuk meluruskan informasi yang berkembang.
Hal senada pun di ungkapkan AJ, ia mengatakan tuduhan semua itu tidak benar, ini sengaja dibuat untuk menjatuhkan nama saya.
“Ku bilang kek ikak gale e yang disini, berita yang nyebut nama ku tu, ku pastikan HOAX, itu semua tidak benar, sengaja dimainkan isu kayak ni, Lempar batu sembunyi tangan kayak e,” ujar AJ, saat bertemu awak media di salah satu warkop di Mentok, (14/12/25).
Sementara itu, berdasarkan penelusuran redaksi, tidak terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyebutkan keterlibatan AHN maupun AJ dalam penyelundupan timah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada penetapan status hukum terhadap AHN dan AJ dalam kasus penyelundupan timah yang dimaksud.
AHN berharap masyarakat dapat lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
